Jump to content
energi1

Fenomena Alam

Recommended Posts

GERHANA MATAHARI CINCIN ( GMC )

Hari ini, Kamis (26/12/2019), gerhana matahari cincin (GMC) menyapa sejumlah wilayah di Indonesia. Dimulai dari bagian barat (Banda Aceh) hingga timur (Jayapura). Fenomena ini termasuk langka. Gerhana Matahari Cincin sangat sayang dilewatkan, sebab Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari lagi pada 2023 mendatang. Berarti 4 tahun lagi.
Apa itu Gerhana Matahari?..
Mengutip laman Gerhana Indonesia, Gerhana Matahari terjadi saat bulan pada fase Bulan baru, ketika posisi Bulan terletak antara Bumi dan Matahari.

Gerhana Matahari tak selalu terjadi pada tiap fase Bulan baru. Hal ini karena Bulan bergerak mengelilingi Bumi dengan kemiringan orbit sekitar lima derajat terhadap bidang orbit Bumi terhadap Matahari (ekliptika).

Kemiringan orbit ini tak membuat Bulan selalu sejajar dengan Matahari dan Bumi. Namun, jika fase Bulan baru berlangsung ketika Bulan berada pada titik perpotongan garis orbitnya dengan orbit Bumi-Matahari, terjadilah gerhana.

Ketika gerhana, piringan Matahari di langit akan tertutup oleh piringan Bulan. Dengan begitu, cahaya matahari akan terhalang. Kerucut bayang-bayang Bulan yang disebut umbra dan penumbra akan jatuh ke sebagian wilayah permukaan Bumi.

Pada saat Gerhana Matahari Total, piringan Matahari akan tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan. Namun, pada 26 Desember nanti, piringan Bulan tak seratus persen menutupi piringan Matahari.

Hal ini mungkin terjadi karena Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit elips. Artinya, ada kalanya Bulan berada dekat dengan Bumi dan ada kalanya jauh.

Sekadar informasi, jarak terdekat Bumi dan Bulan adalah 363.104Km atau disebut perige. Sementara jarak terjauhnya adalah 405.696Km atau apoge.

Perbedaan jarak ini yang membuat Bulan kadang terlihat sangat besar di langit dan kadang terlihat kecil.

Laman Space menyebut, saat Gerhana Matahari terjadi, Bulan berada dalam jarak terjauhnya dari Bumi. Dengan jarak yang jauh ini, Bulan akan lebih kecil dari piringan Matahari.

kalau berbicara Fenomena alam, saya ingat dulu saat masih kecil, jika ada Gerhana  Matahari, kita tidak boleh keluar rumah, rumah harus di tutup rapat dan cahaya matahari tidak boleh masuk ke dalam rumah dam mengenai tubuh kita ( sekitar tahun 1981 ) saat usia saya 5 tahun .

Bagaimana pengalaman teman teman terhadap Fenomena alam ?....

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 hours ago, energi1 said:

GERHANA MATAHARI CINCIN ( GMC )

Hari ini, Kamis (26/12/2019), gerhana matahari cincin (GMC) menyapa sejumlah wilayah di Indonesia. Dimulai dari bagian barat (Banda Aceh) hingga timur (Jayapura). Fenomena ini termasuk langka. Gerhana Matahari Cincin sangat sayang dilewatkan, sebab Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari lagi pada 2023 mendatang. Berarti 4 tahun lagi.
Apa itu Gerhana Matahari?..
Mengutip laman Gerhana Indonesia, Gerhana Matahari terjadi saat bulan pada fase Bulan baru, ketika posisi Bulan terletak antara Bumi dan Matahari.

Gerhana Matahari tak selalu terjadi pada tiap fase Bulan baru. Hal ini karena Bulan bergerak mengelilingi Bumi dengan kemiringan orbit sekitar lima derajat terhadap bidang orbit Bumi terhadap Matahari (ekliptika).

Kemiringan orbit ini tak membuat Bulan selalu sejajar dengan Matahari dan Bumi. Namun, jika fase Bulan baru berlangsung ketika Bulan berada pada titik perpotongan garis orbitnya dengan orbit Bumi-Matahari, terjadilah gerhana.

Ketika gerhana, piringan Matahari di langit akan tertutup oleh piringan Bulan. Dengan begitu, cahaya matahari akan terhalang. Kerucut bayang-bayang Bulan yang disebut umbra dan penumbra akan jatuh ke sebagian wilayah permukaan Bumi.

Pada saat Gerhana Matahari Total, piringan Matahari akan tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan. Namun, pada 26 Desember nanti, piringan Bulan tak seratus persen menutupi piringan Matahari.

Hal ini mungkin terjadi karena Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit elips. Artinya, ada kalanya Bulan berada dekat dengan Bumi dan ada kalanya jauh.

Sekadar informasi, jarak terdekat Bumi dan Bulan adalah 363.104Km atau disebut perige. Sementara jarak terjauhnya adalah 405.696Km atau apoge.

Perbedaan jarak ini yang membuat Bulan kadang terlihat sangat besar di langit dan kadang terlihat kecil.

Laman Space menyebut, saat Gerhana Matahari terjadi, Bulan berada dalam jarak terjauhnya dari Bumi. Dengan jarak yang jauh ini, Bulan akan lebih kecil dari piringan Matahari.

kalau berbicara Fenomena alam, saya ingat dulu saat masih kecil, jika ada Gerhana  Matahari, kita tidak boleh keluar rumah, rumah harus di tutup rapat dan cahaya matahari tidak boleh masuk ke dalam rumah dam mengenai tubuh kita ( sekitar tahun 1981 ) saat usia saya 5 tahun .

Bagaimana pengalaman teman teman terhadap Fenomena alam ?....

 

Untuk fenomena alam yang bersifat gerhana baik bulan ataupun matahari pasti disetiap daerah memiliki "ritual" tersendiri sesuai adat yang berlaku, kalau didaerah sini ketika gerhana melakukan bunyi2an gan (membangunkan) katanya, semua hewan piaraan dan tanaman disekitar rumah digoyang2 gitu terus kalau ada orang hamil disuruh masuk ke kolong ranjang sambil gigit pisau, itulah beberapa hal yang masih berlaku sampai saat ini meski sudah jarang yang melakukannya karena terkikis oleh perkembangan zaman

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya sendiri gerhana matahari ini sudah kedua kalinya melihat, yang dahulu itu sampe bisa gelap dan untuk yang saat ini berhubung ketutup mendung juga jadi gak dapet momen gelapnya. untuk yang dulu dilakukan solat gerhana namun yang saat ini tidak ada namun saya gak berangkat karena menunggu dan melihat momennya biar gak ketinggalan soalnya seumur hidup hanya terjaid beberapa kali

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau fenomena Gerhana matahari kemaren memang ada beberapa di masjid yang mengadakan acara sholat gerhana juga , namun karena di kota jadinya kejadian yang di kampung seperti pukul pukul alat alat rumah tangga sudah tidak berlaku lagi .atau hal yang berkaitan dengan hal mistis sudah tidah ada lagi. mungkin menanggapinya sudah hal biasa karena sudah beberapa kali mengalaminya juga.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ditempat saya tidak pernah ada ritual apapun saat terjadi gerhana. dari kecil ampe sekarang, saya tidak pernah mendengar ada ritual saat gerhana terjadi, yang saya tau saat gerhana terjadi umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan shalat gerhana atau shalat Khusuf. Selain shalat gerhana, ada amalan lain yang juga bisa dilakukan saat terjadi gerhana bulan. hanya itu yang saya tau

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, petikemas said:

Untuk fenomena alam yang gerhana baik bulan atau matahari pasti disetiap daerah memiliki "ritual" khusus sesuai adat yang berlaku, jika didaerah sini kompilasi gerhana melakukan bunyi2an gan (membangunkan) katanya, semua hewan piaraan dan tanaman di rumah digoyang2 gitu dapat diminta jika ada orang hamil disambung masuk ke kolong tidur sambil gigit pisau, terbukti beberapa hal yang masih berlaku sampai saat ini jauh telah terkikis oleh perkembangan zaman

wah itu sangat menarik jadi bisa lah berkumpul dengan para tetangga atau orang kampung sehingga mempererat hubungan juga dan tentunya itu menjadi sebuah cirikhas semoga saja bisa bertahan dan diturunkan secara turun temurun dan tidak hilang seiring zaman berganti.

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, nolep said:

wah itu sangat menarik jadi bisa lah berkumpul dengan para tetangga atau orang kampung sehingga mempererat hubungan juga dan tentunya itu menjadi sebuah cirikhas semoga saja bisa bertahan dan diturunkan secara turun temurun dan tidak hilang seiring zaman berganti.

Mungkin sisi positifnya disitu gan ketika gerhana bulan misalkan orang pada keluar rumah masing2 meski tengah malam jadi pada ngobrol diteras atau dihalaman gitu, apalagi untuk daerah kampung yang notabene penataan rumahnya jarang berpagar seperti dikota2 jadi makin gampang anjang sana kalau ada fenomena beginian

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, petikemas said:

Mungkin sisi positifnya adalah kompilasi gerhana bulan misalkan orang di luar rumah masing-masing2 di tengah malam jadi pada ngobrol diteras atau dihalaman gitu, kecuali untuk daerah kampung yang notabene

kecuali apa ini gan hehe,

saya juga sangat suka si ada fenomena seperti itu namun saat ini semenjak adanya facebook banyak orang suka menyebarkan jika melihat ini haram suka lucu , apakah iman mereka serendah itu lihat itu aja langsung goyah hehe . 

boleh di jelaskan yang agan ketik belum selesai 

Share this post


Link to post
Share on other sites
23 minutes ago, nolep said:

kecuali apa ini gan hehe,

saya juga sangat suka si ada fenomena seperti itu namun saat ini semenjak adanya facebook banyak orang suka menyebarkan jika melihat ini haram suka lucu , apakah iman mereka serendah itu lihat itu aja langsung goyah hehe . 

boleh di jelaskan yang agan ketik belum selesai 

Hehehe kembali ke orangnya masing2 sih gan, saya menyikapi dengan pendekatan kultur dan kebudayaan serta adat istiadat disuatu tempat yang berlaku terlebih didaerah saya sendiri, mungkin "negatifnya" terlalu melebih2kan saja seakan kalau tidak melakukan ritual begini akan pamali atau gimana gitu, sekali lagi kembali ke orangnya mau memandang dari sisi apa yang pasti buat saya pribadi fenomena alam adalah pertanda akan kebesaran sang Ilahi yang sudah disikluskan sedemikian rupa dan saya menghormati segala pandangan itu buat kebhinekaan hidup

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, petikemas said:

Untuk fenomena alam yang bersifat gerhana baik bulan ataupun matahari pasti disetiap daerah memiliki "ritual" tersendiri sesuai adat yang berlaku, kalau didaerah sini ketika gerhana melakukan bunyi2an gan (membangunkan) katanya, semua hewan piaraan dan tanaman disekitar rumah digoyang2 gitu terus kalau ada orang hamil disuruh masuk ke kolong ranjang sambil gigit pisau, itulah beberapa hal yang masih berlaku sampai saat ini meski sudah jarang yang melakukannya karena terkikis oleh perkembangan zaman

Tapi mas, Ritual - ritual itulah yang menjadi kekayaan budaya kita, terlepas itu sesat atau tidak, tapi budaya leluhur itulah yang perlu tetap di jaga karena kalau kita lihat di zaman sekarang hampir hilang budaya budaya zaman lalu, termasuk permainan anak - anak dulu , hanya dengan modal tiang, sudah bisa bermain benteng bentengan, hanya modal kayu bisa main patelele, petak umpet dan lain - lain sebelum mengenal internet, rasanya rindu di masa kecil.

Tapi kalau kita ingat lagi selain Gerhana Matahari, ada namanya Komet Halley sekitar tahun 1986  yang akan muncul lagi tahun 2061, ada juga suara trompet di langit.  sungguh fenomena alam yang indah tapi kadang bikin saya ngeri jika mendengar cerita orangtua kita dulu.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, energi1 said:

Tapi mas, Ritual - ritual itulah yang menjadi kekayaan budaya kita, terlepas itu sesat atau tidak, tapi budaya leluhur itulah yang perlu tetap di jaga karena kalau kita lihat di zaman sekarang hampir hilang budaya budaya zaman lalu, termasuk permainan anak - anak dulu , hanya dengan modal tiang, sudah bisa bermain benteng bentengan, hanya modal kayu bisa main patelele, petak umpet dan lain - lain sebelum mengenal internet, rasanya rindu di masa kecil.

Tapi kalau kita ingat lagi selain Gerhana Matahari, ada namanya Komet Halley sekitar tahun 1986  yang akan muncul lagi tahun 2061, ada juga suara trompet di langit.  sungguh fenomena alam yang indah tapi kadang bikin saya ngeri jika mendengar cerita orangtua kita dulu.

 

Kalau untuk fenomena trompet dari langit saya belum pernah mendengarnya bisa jadi itu sangkakala akan berakhirnya dunia tapi semoga saja tidak, karena memang ngeri sekali ketika itu sudah dikaitkan dengan hal agama terutama bagi kita yang masih kotor ini, harapan saya semoga setiap fenomena alam hanyalah siklus biasa saja yang tidak berdampak akan keberlangsungan umat manusia seperti bencana dan semcamnya aminn

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, petikemas said:

Kalau untuk fenomena trompet dari langit saya belum pernah mendengarnya bisa jadi itu sangkakala akan berakhirnya dunia tapi semoga saja tidak, karena memang ngeri sekali ketika itu sudah dikaitkan dengan hal agama terutama bagi kita yang masih kotor ini, harapan saya semoga setiap fenomena alam hanyalah siklus biasa saja yang tidak berdampak akan keberlangsungan umat manusia seperti bencana dan semcamnya aminn

itu pernah terjadi mas coba cari di google atau youtobe, lebih kurang tahun 2013- 2015. Terjadi di Kanada, Ukraina, Amerika Serikat, Jerman, Belarus, Texas, Israel, dan di Jakarta.

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 jam yang lalu, energi1 mengatakan:

itu pernah terjadi mas coba cari di google atau youtobe, lebih kurang tahun 2013- 2015. Terjadi di Kanada, Ukraina, Amerika Serikat, Jerman, Belarus, Texas, Israel, dan di Jakarta.

saya langsung aja mencari saat om dinilai dan langsung mendadak merinding, yang terbaru dan ada di makasar waktu itu ada suara dilangit langit sana dan itu cukup membuat takut.

namun menurut sudut pandang beberapa orang yang mengathui hal seperti ini , jika menurut kepercayaan kejawan tahun tahun saat ini yaitu mereka ada yang bilang jika ada sabdo palon nangih janji , jadi itu dulu ada perjanjian antara sunan kalijaga dengan sabdo palong yang merupakan abdi dari raja brawijaya ,

ya banyak artian tiap ada fenomena seperti ini saya kebetulan sangat tertarik membaca berbagai prespektif dari berbagai orang yang berbeda karena perbedaan yang ada itu keunikan yang bisa dijadikan tambahan pengetahuan.

Edited by nolep

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, nolep said:

saya langsung aja mencari saat om dinilai dan langsung mendadak merinding, yang terbaru dan ada di makasar waktu itu ada suara dilangit langit sana dan itu cukup membuat takut.

namun menurut sudut pandang beberapa orang yang mengathui hal seperti ini , jika menurut kepercayaan kejawan tahun tahun saat ini yaitu mereka ada yang bilang jika ada sabdo palon nangih janji , jadi itu dulu ada perjanjian antara sunan kalijaga dengan sabdo palong yang merupakan abdi dari raja brawijaya ,

ya banyak artian tiap ada fenomena seperti ini saya kebetulan sangat tertarik membaca berbagai prespektif dari berbagai orang yang berbeda karena perbedaan yang ada itu keunikan yang bisa dijadikan tambahan pengetahuan.

Wah mantap si mas ini ternyata ingat dan melestarikan budaya kita, saya paling suka mendengarkan dan membaca budaya kejawen mas, kadang bikin takut

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, nolep said:

saya langsung aja mencari saat om dinilai dan langsung mendadak merinding, yang terbaru dan ada di makasar waktu itu ada suara dilangit langit sana dan itu cukup membuat takut.

namun menurut sudut pandang beberapa orang yang mengathui hal seperti ini , jika menurut kepercayaan kejawan tahun tahun saat ini yaitu mereka ada yang bilang jika ada sabdo palon nangih janji , jadi itu dulu ada perjanjian antara sunan kalijaga dengan sabdo palong yang merupakan abdi dari raja brawijaya ,

ya banyak artian tiap ada fenomena seperti ini saya kebetulan sangat tertarik membaca berbagai prespektif dari berbagai orang yang berbeda karena perbedaan yang ada itu keunikan yang bisa dijadikan tambahan pengetahuan.

Mungkin lebih tepatnya Syeh Subakir gan kalau saya tidak salah, orang yang pertama kali menyebarkan Islam di Nusantara ini terkhusus di tanah jawa dwipa karena dari beberapa literatur yang wallahu a'lam benar atau tidaknya ketika awal masuk ke tanah Jawa beliau berhadapan dengan Semar si Sabdo Palon itu ibarat kata dia yang paling berkuasa ditanah jawa terutama untuk bangsa lelembut dan meminta izin untuk menyebarkan Agama Islam karena dari beberapa utusan yang sebelumnya ditugaskan menyebarkan selalu gagal dan tak sedikit yang sampai meninggal karena yang dihadapi bukan pasukan biasa (manusia) tapi bangsa jin

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 27/12/2019 at 09:44, sheenaz.bay said:

Ditempat saya tidak pernah ada ritual apapun saat terjadi gerhana. dari kecil ampe sekarang, saya tidak pernah mendengar ada ritual saat gerhana terjadi, yang saya tau saat gerhana terjadi umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan shalat gerhana atau shalat Khusuf. Selain shalat gerhana, ada amalan lain yang juga bisa dilakukan saat terjadi gerhana bulan. hanya itu yang saya tau

Kebanyakan sih di daerah jawa yang masih kental dengan kepercayaan tersebut , tetapi memang tidak semuanya sih melakukan nya apalagi sudah banyak sebagian orang yang beragama islam melakukan sholat sunnah gerhana. Jadi kebudayaan zaman dulu sudah tidak begitu ramai juga di lakukan. 😀 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 28/12/2019 at 18.55, energi1 said:

Wah mantap si mas ini ternyata ingat dan melestarikan budaya kita, saya paling suka suka dan baca budaya kejawen mas, kadang bikin takut

orangnya rata rata sakti sakti hehe, saya suka juga nonton videonya di youtube dan kebetulan ada grup di facebook yang sering buka diskusi 

 

On 28/12/2019 at 19.02, petikemas said:

Mungkin lebih disukai Syeh Subakir gan jika saya tidak salah, orang yang pertama kali tahu Islam di Nusantara ini terkhusus di tanah jawa dwipa karena beberapa literatur yang wallahu a'lam benar atau tidaknya kompilasi awal masuk ke tanah Jawa ia berhadapan dengan Semar si Sabdo Palon Itu ibarat kata dia yang paling berkuasa ditanah jawa terutama untuk bangsa lelembut dan meminta izin untuk agama Islam karena dari beberapa hubungan yang sebelumnya ditugaskan untuk membantu gagal dan mengambil yang yang dikembalikan karena yang diharapkan bukan yang biasa (manusia) tapi bangsa jin

menurut yang pernah saya baca itu jadi waktu raja brawijaya masuk islam , sabdo palon kecewa sehingga membuat perjanjian nanti setelah 500 tahun dia akan kembali dan menurut perhitungan si saat ini sudah waktunya. bisa dilihat saat bermunculannya candi candi yang baru , karena sekarang sudah mulai ada candi candi yang bermunculan tanpa sengaja . saya soalnya gabung tu grup yang sering bahas tentang sejarah 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, nolep said:

orangnya rata rata sakti sakti hehe, saya suka juga nonton videonya di youtube dan kebetulan ada grup di facebook yang sering buka diskusi 

 

menurut yang pernah saya baca itu jadi waktu raja brawijaya masuk islam , sabdo palon kecewa sehingga membuat perjanjian nanti setelah 500 tahun dia akan kembali dan menurut perhitungan si saat ini sudah waktunya. bisa dilihat saat bermunculannya candi candi yang baru , karena sekarang sudah mulai ada candi candi yang bermunculan tanpa sengaja . saya soalnya gabung tu grup yang sering bahas tentang sejarah 

Bisa jadi begitu gan, karena memang dari berbagai situs yang sudah ditemukan pun tidak secara gamblang menceritakan kejadian masa lalu secara utuh masih banyak misteri yang tidak bisa dipecahkan sampai sekarang karena versi cerita yang ada lebih banyak praduga2 semata

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 hours ago, arya99 said:

Kebanyakan sih di daerah jawa yang masih kental dengan kepercayaan tersebut , tetapi memang tidak semuanya sih melakukan nya apalagi sudah banyak sebagian orang yang beragama islam melakukan sholat sunnah gerhana. Jadi kebudayaan zaman dulu sudah tidak begitu ramai juga di lakukan. 😀 

saya orang jawa, tetapi saya malah ga tau ada pukul2 apa ketika gerhana, yang saya tahu kalo ada gerhana wanita hamil harus sembunyi dikolong meja, hanya itu yang saya tau

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, sheenaz.bay said:

saya orang jawa, tetapi saya malah ga tau ada pukul2 apa ketika gerhana, yang saya tahu kalo ada gerhana wanita hamil harus sembunyi dikolong meja, hanya itu yang saya tau

Mungkin didaerah agan sudah banyak rasionalitasnya pemikiran masyarakatnya sehingga budaya2 yang "tidak terlalu penting" sudah mulai ditinggalkan namun dibeberapa daerah masih dilakukan cara2 tersebut khususnya daerah pedesaan yang masih sangat melestarikan adat istiadat nenek moyang yang sebenarnya kalau dipandang dari segi agama dan ilmiah tidak ada hubungannya sama sekali antara mitos dan fenomena alam

Share this post


Link to post
Share on other sites
16 hours ago, petikemas said:

Mungkin didaerah agan sudah banyak rasionalitasnya pemikiran masyarakatnya sehingga budaya2 yang "tidak terlalu penting" sudah mulai ditinggalkan namun dibeberapa daerah masih dilakukan cara2 tersebut khususnya daerah pedesaan yang masih sangat melestarikan adat istiadat nenek moyang yang sebenarnya kalau dipandang dari segi agama dan ilmiah tidak ada hubungannya sama sekali antara mitos dan fenomena alam

iya sih. mungkin begitu, karena saya beneran baru tau ada ritual ketika ada gerhana, dan mungkin di setiap daerah akan ada berbagai ritual ya? sungguh indah adat istiadat  indonesia, 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 29/12/2019 at 18:54, arya99 said:

Kebanyakan sih di daerah jawa yang masih kental dengan kepercayaan tersebut , tetapi memang tidak semuanya sih melakukan nya apalagi sudah banyak sebagian orang yang beragama islam melakukan sholat sunnah gerhana. Jadi kebudayaan zaman dulu sudah tidak begitu ramai juga di lakukan. 😀 

makannya di jawa ada juga istilah orang  kejawen , atau istilahnya islam kejawen....kalau ngak salah..bener ngak mas?..

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 hours ago, energi1 said:

makannya di jawa ada juga istilah orang kejawen, atau istilahnya islam kejawen .... kalau ngak salah..bener ngak mas? ..

bener banget , ini penjelasan saya kalau gak salah ya nanti bisa di cari 

jadi islam kejawen itu orang islam akan tetapi tetap mengikuti budaya jawa akan tetapi jika dilihat oleh orang yang gak pernah lihat bisa dikatakan musrik.akan tetapi kalau saya sendiri yang penting budaya kita tidak punah ya gpp. soal keyakinan itu kalau sudah imannya kuat mau ngapain atau di ganggu juga gak goyah , yang saya sayangkan banyak candi ada yang dirusak karena persoalan agama yang kadang suka dibilang musrik.

On 29/12/2019 at 22.00, petikemas said:

Bisa jadi gan, karena memang dari berbagai situs yang sudah ditemukan pun tidak ada Gambaran yang terjadi pada masa lalu yang penuh misteri yang tidak bisa dipecahkan sampai sekarang karena versi cerita yang tersedia lebih banyak praduga2 bebas

ada dua kemungkinan si dulu itu hilangnya candi candi ini karena ada bencana besar sehingga tertimbun atau di bawa ke alam lain. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 hours ago, nolep said:

bener banget , ini penjelasan saya kalau gak salah ya nanti bisa di cari 

jadi islam kejawen itu orang islam akan tetapi tetap mengikuti budaya jawa akan tetapi jika dilihat oleh orang yang gak pernah lihat bisa dikatakan musrik.akan tetapi kalau saya sendiri yang penting budaya kita tidak punah ya gpp. soal keyakinan itu kalau sudah imannya kuat mau ngapain atau di ganggu juga gak goyah , yang saya sayangkan banyak candi ada yang dirusak karena persoalan agama yang kadang suka dibilang musrik.

ada dua kemungkinan si dulu itu hilangnya candi candi ini karena ada bencana besar sehingga tertimbun atau di bawa ke alam lain. 

memang ada islam kejawen dimana penganutnya melakukan ritual islam seperti sholat mengaji puasa zakat dan lain2 tapi mereka juga masih melakukan ritual yang berhubungan dengan adat istiadat nenek moyang yang masih menganut animisme misalkan tiap 1 suro memandikan pusaka2 karena bulan itu dipercaya sebagai hari dan bulan terbaik untuk melakukan proses itu, kemudian mantra2 yang diucapkan juga berbahasa jawa yang diakhiri dengan bacaan arab, karena proses masuk dan berkembangnya islam ke Indonesia ini melalui akulturasi budaya seperti yang dilakukan walisongo, namun ada juga yang kejawen murni gan tidak ada campuran islamnya sama sekali untuk ritualnya sendiri dan lebih dekat kepada Hindu/Budha tapi mereka bukan penganut kedua agama itu, apapun itu selama bisa berdampingan dengan damai tidak ada masalah karena yang akan menilai nantinya tetap yang maha kuasa, fokus kepada ibadah dan perilaku masing2 saja dah sudah benar apa belum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wow agan ini sudah berpengalaman.

Klo saat saya kecil dulu tahun 90an, saat ada gerhana matahari tidak boleh menatap langsung ke matahari nanti bisa buta. Itu aja sih yang saya ingat 🤭

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.


×